Minggu, 04 November 2012

Perkembangan Sosial dan Moral Menurut Teori Belajar Sosial

A.    PERKEMBENGAN SOSIAL DAN MORAL MENURUT TEORI BELAJAR SOSIAL

Teori belajar sosial ( soscial – learning ) adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru di bandingkan dengan teori –teori  belajar lainnya. Salah seorang tokoh utama teori ini adalah Albert  Bandura , seorang psikolog pada Universitas Stanford  Amerika  Serikat, yang oleh banyak ahli di anggap sebagai seorang behavioris masa kini yang moderat. Tidak seperti rekan-rekannya sesama penganut aliran behaviorisme, Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks otomatis atas stimulus ( S-R Bond ) , melainkan juga akibat reaksi yang timbul akibat interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri.
Menurut Barlow ( 1985 ) , sebagian b esar dari yang di pelajari manusia terjadi melalui peniruan   ( imitation ) dan penyajian contoh perilakunya ( Modeling ). Dalam hal ini seorang belajar mengubah perilakunya sendiri melalui penyaksian cara orang ataw sekelompok orang mereaksi ataw merespon sebuah stimulus tertentu .siswa ini juga dapat mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku contoh dari orang lain, misalnya guru ataw orang tua.
Pendekatan teory belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral siswa di tekankan pada :
1.    Conditioning ( pembiasaan merespons ), menurut prinsip-pronsip kondisioning, prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku sosial dan moral pada dasarnya sama dengan prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku_perilaku lainnya. Yakni dengan ” reward” ( ganjaran/memberi hadian atau mengganjar) dan “ punisment “ ( hukuman/memberi hukuman ).
2.    Imitation ( peniruan ), prosedur lain yang juga penting dan menjadi bagian yang integral ( menyatu ) dengan prosedur-prosedur belajar menurut teori social learning, ialah proses imitasi atau peniruan . dalam hal ini , orang tua dan guru memainkan peran penting sebagai seorang model , figur , yang di jadikan contoh berperilaku sosial dan moral bagi siswanya.
Contohnya: mula-mula seorang siswa mengamati model gurunya sendiri yang sedang melakukan sebuah perilaku sosial , upamanya menerima seorang tamu. Lalu perbutan menjawab salam, berjabat tangan, beramah tamah, dan seterusnya yang di lakukan model itu di serap oleh memori siswa tersebut. Di harapkan, cepat atau lambat siswa tersebut mampu meniru sebaik-baiknya perbutan sosial yang di contohkan oleh model nya itu .
   


   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar